kemarin hari sabtu kan aku terima rapor mid. aku udah sangat yakin kalau nilai ku pasti jelek. soalnya dari dulu memang begitu. nilaiku selalu jelek saat pengambilan rapor mid. jadi aku sudah persiapkan sejak lama untuk menghadapi nilai jelek ini. aku udah bilang sama mama seminggu sebelum pengambilan rapor kalau nilai mid aku bakalan jelek. mama santai saja. tidak mengerutkan kening sedikitpun. dia malah menasehati aku. mama bilang: "it's ok. now you won't make the same mistake twice". berarti dengan jeleknya nilai mid aku tadi, aku harus lebih giat lagi supaya nggak gagal di nilai semester nanti. masalahnya, aku harus bisa bermain dengan waktu. karena waktu adalah musuh terbesarku. ditambah lagi dengan lulusnya aku masuk osis. kegiatan harus lebih pandai kubagi. mulai dari les, tugas, pr, osis, dsb.
***
i'm sad now. do you know why? mama papa bentar lagi pergi haji. i know, i should be happy but i am not. aku senang mama papa akhirnya berangkat haji melengkapi kewajibannya menunaikan rukun islam yang ke-lima itu. tapi aku sedih juga. rumah bakalan sepi selama lebih kurang 40 hari. belum lagi kata-kata mama papa yang kadang bikin aku takut untuk melepas mereka pergi. tak terbayang olehku seandainya mereka tersesat di negri orang. papa sih pandai bahasa inggris. minimal jika tersasar, papa bisa minta tolong orang untuk mengantarnya ke penginapan. tapi mama? mama masih agak susah berbahasa inggris. mama udah memberitahu aku semua benda dan surat-surat penting yang sangat berharga. itupun mama menggunakan kata: "seandainya mama atau papa terjadi apa-apa nanti, ...' aku jadi semakin berat untuk melepas mama papa pergi. ditambah lagi akulah anak paling tua di rumah. abang ku kuliah di ibukota. ntah bagaimana hidupnya disana.
mudah-mudahan Allah menyertai dan menemani mama papa ku dimanapun mereka berada nanti. Amin.. :'(

Cup Cup...ga boleh sedih ya...mama kn pergi ke rumah Allah, harusnya bangga donk mama bisa ke sana, jarang dan susah lho orang bisa ke sana.
ReplyDeleteSalam kenal dan panas.
Iya sih.. Aku cuma khawatir saja.
ReplyDeleteKekhawatiran membuatku sedih. Kesedihan membuatku sepi. Kesepian membuatku rindu. 40 hari akan terasa sangat lama.
Salam kenal juga Wong Jalur :)
Salam kenal Adit...
ReplyDeleteJika Mama Papamu membaca tulisanmu ini, aku yakin mereka akan bangga sekali padamu, anak seusiamu sudah demikian dewasa, bisa menyampaikan "kegagalan" dengan sangat baik, dan untungnya Mamamu bkn tipe ibu yg menumpahkan kesalahan pada anaknya, ia bgt mengerti shg km pun bertekad akan brsh lbh baik lg mskpn hrs "menaklukkan sang waktu".
Dan...caramu menyampaikan "takut kehilangan" ortu yg mau pergi haji, aku yakin itu krn km begitu mencintai mrk.
Do'akan saja mereka, itu sudah cukup sepertinya...
Iya bunda. Tapi mama papa nggak tau kalau aku punya blog ini. Dan mereka tidak perlu tau perasaan khawatirku lewat cerita blog ini. Cukup aku berkata langsung secara lisan pada mereka. Walau berkata maaf saja masih susah, tapi jauh dari mereka lebih susah lagi.
ReplyDeleteSalam kenal juga Bunda Yoes :)
Salam kenal Reva, atau Adit? :) Thx dah mampir ke blogku.
ReplyDeleteBegini. Klo aku ngomong gak usah sedih, itu terlalu klise. Jadi begini. Pernah pada satu masa, aku cukup takut kehilangan orangtua. Yg ada di pikiran: klo mereka meninggal duluan, aku belon slesai sekolah, bagaimana? Dr mana duit buat sekolah, dr mana ntar aku harus makan, gak ada orang yg aku sayang lagi, dst.
Tapiiiiiy, liat ortu kamu yg dah pesan macem-macem, aku yakin mereka dah sangat siap. Begitu cintanya mereka sama kamu, segala sesuatu dah disiapkan, seandainya ada apa-apa. Coba ikhlas ajah. Seandainya mereka sudah berangkat, kamu banyak2 sholat+berdoa ajah agar mereka baek2 ajah di sana. Ajak sodara/teman untuk nginep di rumah biar gak sepi. Jgn lupa telpon ortu juga agar kamu lbh tenang. :) Keep smiling.
Hihi makasih Bunda Retma :) setidaknya aku jadi lebih berfikir positif, Papa Mama melengkapi rukun imannya dan lalu pulang dengan selamat.
ReplyDelete