
kemarin sempat terpikir gini, "untuk apa aku sekolah? toh aku nggak punya cita-cita. tak ada tujuan yg harus kucapai". aku memang begitu. sudah sering kali pertanyaan tadi muncul. terutama kalau ada yg bertanya, "kalau kuliah mau masuk jurusan apa?" aku langsung speechless. nggak tau mau jawab apa. karena, ya itu tadi. aku nggak tau mau jadi apa. sampai salah seorang guru pernah menanyakan aku mau ambil jurusan apa waktu kulaih dan aku jawab "hehe... ngga tau buk. saya ngga punya cita-cita" terus beliau bilang gini: "masa kamu ngga punya tujuan? kamu udah sma nak, bentar lagi penjurusan, masa depan kamu nggak bisa lagi dibayang-bayang, nggak bisa lagi diterawang. harus udah punya tujuan dari sekarang. ya nak? masa depan itu harus disiapkan dari sekarang." ya... itu jadi pr tersendiri buat aku.
i know, all people have their own way to live. dan aku nggak bisa terus-terusan menumpang hidup sama orangtua. aku harus punya cita-cita. beberapa orang pernah ngasih usul citacita yg mereka lihat cocok dengan aku: seniman? hmm, nggak akan jaya kalau nggak pandai berpromosi karya. arsitek? kalau nggak punya link, nggak dikenal orang, nggak bakal bisa sukses. anak design? nggak menjamin aku sukses. dokter? aku lemah dalam biology. jadi?
aku nggak peduli gagal untuk diri sendiri. tapi aku nggak mau gagal untuk orangtua. terutama aku cukup diharapkan dan sudah dibimbing dari kecil untuk dapat berbakti dan jadi tumpuan orangtua nantinya. nah sampai sekarang aku masih bingung mau cita-cita jadi apa. keahlianku di bidang seni, tapi aku nggak mau ambil jurusan itu, seni cukup jadi hobi. aku takut nggak sukses. aku takut gagal. aku nggak mau ikut-ikutan teman, teman ambil jurusan a, aku ambil juga. aku nggak mau gagal seperti seseorang seseorang di luar sana yang mengecewakan orangtuanya. klise memang, tapi aku butuh solusi.
listen to: onerepublic - all the right move

jadi presiden aja repah,AHAHAHAHA
ReplyDeleterepah masukin link kakak doooong,yayaya :D
jadi presiden kak? haha tampang seperti saya jadi presiden? :)) kayaknya tidak ahaha
ReplyDeleteHalo Rheva.
ReplyDeleteYou know, aku sendiri masih memikirkan itu dari kelas X dulu, sampe beberapa hari terakhir. Bagus sekali udah memikirkan hal-hal kayak gini dari awal SMA (meskipun suka dikatain 'gak nyantai'). Masa depan kan emang krusial. Dan waktu nggak bisa diulang.
Pertama, lakukan tahap yang paling santai: ketahui minat. Seni, mungkin? Kalau nggak punya minat, atau, berminat pada semua hal (seperti saya), ketahui keahlian. Prosesnya bertahap, kamu kan masih punya waktu. Hehe.
Take your time, hehe.
Wawawawaw. Makasih ya kak Ghal!
ReplyDelete